HarianMetro.co, GORONTALO – Polemik mewarnai persiapan pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Irfan Yusuf, peserta tender jasa Event Organizer (EO) yang disebut telah menempati posisi puncak dalam penilaian lelang, mendadak dibatalkan kontraknya secara sepihak — kondisi yang diduga kuat merupakan bentuk intervensi politik untuk memuluskan pihak EO tertentu.
Irfan, mengaku telah mengikuti seluruh tahapan pengadaan sesuai ketentuan berlaku dan bahkan telah memperoleh status bintang tiga dalam sistem sebagai syarat berkontrak. Namun tanpa penjelasan yang transparan, pihaknya tiba-tiba dinyatakan gagal melanjutkan kontrak.
“Kami dibatalkan sepihak untuk melanjutkan kontrak dengan alasan menggunakan vendor Manado. Padahal dalam dokumen tender tidak disyaratkan harus menggunakan vendor Gorontalo. Secara sistem kami juga sudah mendapatkan status bintang tiga untuk berkontrak,” ungkap Irfan.
Iklan
Alasan penggunaan vendor dari luar Gorontalo yang dilontarkan pihak penyelenggara dinilai janggal oleh Irfan, sebab persyaratan tersebut tidak tercantum dalam dokumen tender. Hal ini memunculkan pertanyaan: jika bukan soal regulasi, lantas apa kepentingan di balik keputusan tersebut?
Kecurigaan semakin menguat mengingat sebelum pembatalan, pihak dinas terkait sempat menghubungi tim Irfan untuk mengonfirmasi berbagai perlengkapan dan kebutuhan yang telah disiapkan — seolah proses akan berjalan normal. Pembatalan mendadak setelah komunikasi tersebut mempertebal dugaan adanya tekanan dari pihak luar yang berkepentingan.

Irfan menegaskan, keputusan pembatalan berpotensi menimbulkan kerugian material maupun immaterial, sekaligus menggerus kepercayaan pelaku usaha terhadap proses pengadaan barang dan jasa di daerah. Meski merasa dirugikan, ia akhirnya memilih menerima keputusan tersebut demi menghindari hambatan lebih besar saat pelaksanaan kegiatan berlangsung.
“Kami memutuskan menerima pembatalan itu daripada nantinya menjadi rumit di lapangan dan justru semakin dipersulit apabila dipaksakan untuk lanjut,” katanya.
Melalui pernyataan resminya, Irfan meminta penyelenggara memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar pembatalan dan memastikan seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai peraturan perundang-undangan. Ia menegaskan pihaknya tetap mendukung suksesnya PENAS KTNA XVII yang dijadwalkan berlangsung di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026.//HM