HarianMetro.co, POHUWATO — Sejumlah warga di Kabupaten Pohuwato diduga menjadi korban arisan berkedok aplikasi bernama Lucky Whe. Para peserta arisan awalnya tidak menaruh kecurigaan karena sistem yang dijalankan terlihat normal dan berjalan lancar selama kurang lebih satu tahun.
Namun, memasuki awal tahun 2026, arisan tersebut mulai menunjukkan berbagai kejanggalan hingga dana para peserta diduga raib dan tidak dapat dicairkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, arisan berkedok aplikasi Lucky Whe ini mulai berjalan sejak tahun 2025. Selama hampir satu tahun, para peserta mengaku tidak mengalami kendala berarti. Proses pencabutan arisan berjalan sesuai jadwal dan pembayaran dianggap aman, sehingga kepercayaan peserta terhadap pengelola semakin meningkat.
Iklan
Permasalahan mulai muncul pada awal tahun 2026. Jadwal pencabutan arisan tidak lagi berjalan normal, sementara dana yang telah disetor para peserta tak kunjung dicairkan. Pihak pengelola atau owner arisan disebut kerap memberikan berbagai alasan, mulai dari gangguan sistem hingga kendala teknis pada aplikasi.
Salah satu korban, Ferawati Pakaya (36), warga Desa Dudewulo, Kecamatan Popayato, mengungkapkan bahwa dirinya telah mengikuti arisan tersebut sejak awal tahun 2025. Ia tertarik bergabung setelah melihat informasi arisan yang dibagikan melalui media sosial Facebook.

“Arisan ini sistemnya dicabut setiap 20 hari. Untuk bisa ikut, kami harus membayar Rp1,1 juta setiap putaran,” ujar Ferawati saat ditemui, Sabtu (24/01/2026).
Menurutnya, pada awal bergabung tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Namun kecurigaan mulai muncul ketika jadwal pencabutan tidak lagi jelas dan owner arisan sering memberikan alasan saat ditanya mengenai pencairan dana.
“Setiap kali ditanya, selalu ada alasan. Mulai dari sistem error sampai alasan lain yang tidak jelas. Dari situ kami mulai curiga,” ungkapnya.
Merasa dirugikan dan tidak mendapatkan kepastian, Ferawati akhirnya memilih melaporkan persoalan tersebut ke pihak berwajib. Laporan itu diduga terkait dengan pengelolaan arisan berkedok aplikasi Lucky Whe yang bermasalah.
Ferawati juga menyebutkan bahwa dalam satu grup arisan terdapat 10 orang peserta. Berdasarkan informasi yang ia ketahui, jumlah korban arisan Lucky Whe mencapai sekitar 17 orang. Kerugian yang dialaminya sendiri ditaksir mencapai Rp6,6 juta.
“Kalau saya pribadi rugi Rp6,6 juta. Tapi ada juga korban lain yang kerugiannya sampai Rp15 juta. Hanya saja, mereka memilih tidak melapor,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola aplikasi Lucky Whe terkait dugaan kerugian yang dialami para peserta arisan tersebut.//Mldi