Wabup Suharsi Buka Rakor dan Rembuk Stunting, Fokus pada Strategi Penurunan Stunting 2024

0 277

HarianMetro.co, POHUWATO – Wakil Bupati Pohuwato, Suharsi Igirisa, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester I dan Rembuk Stunting Kabupaten Pohuwato Tahun 2024, bertempat di Aula Dinas PU, Selasa (16/7/2024).

Kegiatan ini turut dihadiri Satgas Stunting BKKBN Provinsi Gorontalo, pimpinan OPD, serta 7 Kecamatan dan 13 Desa, yang menjadi lokus stunting serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Pohuwato, untuk membahas beberapa strategi agar dapat dilakukan dalam penurunan stunting.

Wakil Bupati Suharsi Igirisa, yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting (TPPS) Pohuwato, saat membuka kegiatan mengatakan, rakor evaluasi pelaporan TPPS semester I dan rembuk stunting Kabupaten Pohuwato tahun 2024, tujuannya untuk memastikan komitmen daerah dalam melaksanakan program kegiatan aksi konvergensi pencegahan stunting melalu TPPS, baik yang terkait dengan kegiatan intervensi gizi sensitif, serta kegiatan-kegiatan inovatif memiliki daya ungkit terhadap penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Pohuwato.

Iklan

“Apresiasi dan penghargaan kepada tim dan peserta rakor TPPS dan rembuk stunting, semoga kehadiran bapak/ibu dapat memberi spirit dan semangat baru untuk meneguhkan komitmen bersama dalam rangka mendorong derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Wabup Suharsi.

Menurut Suharsi, ada enam upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong penekanan stunting diantaranya, Gebyar SMS, rumah tangga sebagai pelopor pencegah stunting (RTP2S), gerakan orang tua asuh untuk atasi stunting (Go Taat), rumah gizi terintegrasi (RGT), sanitasi layak aman (SALAM), posyandu terintegrasi dengan pelaksanaan Gebyar SMS.

Usman Dunda

Disisi lain, Wabup Suharsi berharap, wilayah yang menjadi lokus stunting dan bisa meraih zero, agar kiranya dapat diberi reward sebagai bentuk penghargaan dari Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten.

Sementara itu, Plt. Kepala DP3AP2KB, Elvin Inaku, usai kegiatan menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan langkah dalam penurunan angka stunting.

“Kami dari Dinas P3A2KB, Dinas Kesehatan dan Bapppeda bersama dengan OPD lain secara terus menerus melakukan percepatan penurunan stunting. Koordinasi dengan OPD serta stakeholder di mana seperti Dinas Pertanian, Dinas PUPR, itu juga terkait. Karena seperti kita tahu salah satu penyebab stunting ini adalah ketersediaan air bersih dan jamban,” jelas Elvin.

“Kami berharap semua stakeholder yang terlibat dalam menangani percepatan penurunan stunting di Pohuwato, agar terus menjalin kolaborasi dalam rangka rembuk stunting,” tambahnya.//AD

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.