Suara Rakyat Penambang Untuk Tuan dan Puan

0 38

HarianMetro.co, POHUWATO – Sudah sangat lama kami berdiam diri untuk tak ikut campur urusan rakyat ygan melibatkan tuan dan puan di tanah hulu Panua, karena kami tahu diri juga bahwa sebagian besar mata pencaharian dan dapur keluarga kami berada di lokasi lokasi konsesi yang oleh negara dan daerah ini lebih merestui tuan dan puan di karpet merah investasi.

Namun kejadian demi kejadian, peristiwa demi peristiwa, entah itu intimidasi, diskriminasi bahkan sampai pada dugaan kriminalisasi tertentu kepada rakyat penambang sudah sering berulang bahkan seolah menjadi sarapan pagi yang wajib bagi tuan dan puan.

Tanpa mempertimbangkan lagi: komunikasi antar pihak, treatment and resolusi mitigatif dan hal-hal yang bertalian dengan win win solution yang semakin kesini makin tampak tak bernurani dan tak berperikemanusiaan lagi.

Iklan

Jika diurai satu persatu, kami yakin hanya akan menjadi kurang jika kami ungkap semuanya dan menjadi tidak berdasar jika kami tak tulis sebagian saja.

Untuk negara, daerah dan atas nama rakyat – sungguh kami pro investasi tuan, kami bersedia untuk diatur puan. Tapi tolong, pakailah cara yang beradab, menyelesaikan masalah tanpa masalah, bukan dengan cara dan gaya otoritarian dan mau menang sendiri saja hingga tak lagi mempertimbangkan keharmonisan, keadilan, dan kesetaraan untuk hidup berdampingan bersama rakyat penambang walaupun hanya pada kurun waktu tertentu saja sebagai bentuk pemberian kesempatan sampai tali kemanusiaan melalui tali asih (ganti untung) lahan benar-benar terselesaikan secara merata dan terbuka.

Usman Dunda

Sebab, aktivitas pun hasil produksi kami dan rakyat penambang pada umumnya sungguh sangat ber efek domino pada gerak ekonomi dll, dengan segenap dinamika ruang dan gerak didalamnya begitu sangat terasa pengaruhnya di lintas sektor yang berada di hilir Panua ini tuan dan puan.

Kami ber-empati atas orang-orang sesama lokal ataupun orang-orang yang datang menjadi bagian dari Pohuwato ini, entah itu berada di barisan penambang atau bukan pun yang berada di barisan perusahaan yang dikelola oleh tuan dan puan, kami juga peduli dengan penyelenggara pemerintahan di daerah kami yang pada 3 tahun silam mendapat musibah besar yang menimpa gedung simbolik di tanah Panua tercinta, kami juga tidak ingin berhadap-hadapan dengan aparat hukum ataupun lembaga tertentu yang telah menjadi bagian dari tanah kelahiran kami ini. Olehnya, puan dan tuan, jangan benturkan, jangan buat saling tabrak kami dan kami.

Jadi, sebelum semuanya menjadi semacam “yang menang menjadi arang dan yang kalah menjadi abu”. Mohon untuk sekali lagi di renungi dan dipikirkan jalan keluarnya tuan dan puan, masih ada waktu kok dan kami menunggu golden moment itu sebelum semuanya terlambat.//HM

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.