Pelatihan Psycological First Aid dan SOP Layanan Bagi Perempuan dan Anak di Pohuwato Resmi Ditutup

0 323

HarianMetro.co, POHUWATO – Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato, Iskandar Datau, secara resmi menutup Pelatihan Psycological First Aid dan Pencatatan Kasus/Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Bagi Penyedia Layanan Perempuan dan Anak, yang berlangsung selama dua hari di OP’Bro Resto, Selasa (6/8/2024).

Dalam sambutannya, Iskandar Datau memberikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan yang bertujuan untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ia juga menekankan bahwa kasus kekerasan ini berdampak besar, terutama bagi anak-anak yang bisa mengalami trauma jangka panjang.

Iklan

“Pemateri telah banyak menyampaikan tentang penanganan kondisi psikologis anak yang mengalami perlakuan tidak semestinya, dan dampaknya terhadap pertumbuhan mereka,” jelas Iskandar.

Kemudian, Iskandar juga menyoroti pentingnya implementasi SOP layanan dalam menangani kasus kekerasan secara efektif.

Usman Dunda

Ia berharap SOP ini dapat diterapkan untuk menekan angka kekerasan dan memastikan upaya penyelesaian kasus hukum berjalan lancar.

“Kami berharap SOP ini bisa diterapkan secara konsisten untuk menekan angka kekerasan dan memberikan efek jera bagi pelaku,” tambahnya.

Lebih lanjut, kepada para peserta pelatihan, Iskandar berharap agar ilmu yang didapat tidak berhenti di pelatihan saja, melainkan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini adalah masalah umum yang terjadi di banyak tempat. Diharapkan, langkah-langkah yang telah dipelajari dapat membantu anak-anak agar tidak mengalami trauma,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala DP3AP2KB, Elfin Inaku, melaporkan bahwa pelatihan yang berlangsung dari 5-6 Agustus ini diikuti oleh 100 peserta. Peserta terdiri dari Satgas PPA, UPTD PPA, relawan Sahabat Perempuan dan Anak (Sapa), Puskesmas Ramah Anak, guru-guru Bimbingan Konseling (BK) dari Sekolah Ramah Anak, serta Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“Kami berharap peserta dapat menyampaikan informasi ini kepada masyarakat luas sebagai salah satu upaya mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah kita,” pungkas Elfin. //AD

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.