HarianMetro.co, POHUWATO – Polda Gorontalo melalui Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes), bergerak cepat untuk menangani korban longsor di Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.
Tim tersebut dikerahkan pada Selasa (9/7/2024), demi memastikan penanganan yang cepat dan tepat bagi para korban bencana tersebut.
Tim Dokkes Polda Gorontalo langsung menuju lokasi, setelah menerima laporan longsor, pada Minggu (7/7/2024).
Iklan
Dipimpin oleh Kabid Dokkes Polda Gorontalo, Kombes Pol drg. Moch Toto Sugiharto, SpBM (K) TMF-TMJ, MARS, tim yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya ini siap memberikan pertolongan pertama dan melakukan identifikasi terhadap korban.
“Kami fokus pada evakuasi dan identifikasi korban, untuk memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang layak dan proses identifikasi berjalan cepat dan akurat,” ungkap Kombes Pol drg. Moch Toto Sugiharto.

Kemudian, dalam proses evakuasi, Tim Dokkes bekerja sama dengan Tim SAR dan Basarnas. Korban yang berhasil dievakuasi segera mendapatkan perawatan medis, termasuk penanganan luka dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
Tidak hanya itu saja, identifikasi korban meninggal dunia dilakukan dengan teliti, untuk memastikan identitas mereka terkonfirmasi sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Identifikasi korban sangat penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam bencana ini. Kami berupaya sebaik mungkin agar proses ini berjalan cepat namun tetap akurat,” kata drg. Moch Toto Sugiharto.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro A.P, S.I.K. menyampaikan, bahwa proses evakuasi dan identifikasi masih berlangsung, hingga seluruh korban ditemukan dan diidentifikasi.
Terakhir, Polda Gorontalo memastikan bahwa setiap langkah diambil sesuai dengan prosedur dan standar penanganan bencana yang telah ditetapkan.
“Polda Gorontalo akan terus bersinergi dengan semua pihak terkait untuk memastikan penanganan bencana ini dilakukan dengan baik dan setiap korban mendapatkan penanganan yang layak. Kami akan terus berada di lokasi hingga proses ini selesai,” tutupnya.//AD