Kapolsek Wonosari: Uang dan HP Bukan Dirampok, Tapi Dicuri Keluarga

0 629

HarianMetro.co, BOALEMO – Isu pembegalan yang sempat menghebohkan masyarakat Desa Bongo I, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, akhirnya dipastikan tidak benar. Kepolisian Sektor Wonosari mengklarifikasi bahwa kejadian yang sebelumnya dikabarkan sebagai aksi begal tersebut hanyalah rekayasa pribadi, Selasa (15/7/2025).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolsek Wonosari, Iptu Zulkifli Saeng, S.H., M.H., dalam konferensi klarifikasi yang digelar pada Senin (14/7/2025) pukul 09.30 WITA di Kantor Polsek Wonosari.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan interogasi, diketahui bahwa uang sebesar Rp 400.000 dan satu unit telepon genggam milik seorang perempuan bernama Jihan, bukan dirampas oleh dua orang tak dikenal seperti yang sempat diberitakan, melainkan dicuri oleh ponakan dari suami Jihan sendiri.

Iklan

Kapolsek menjelaskan bahwa uang tersebut merupakan milik perusahaan Farpum, tempat Jihan bekerja. Untuk menutupi kejadian sebenarnya, Jihan merekayasa cerita seolah-olah dirinya menjadi korban pembegalan.

“Setelah dilakukan klarifikasi, ternyata korban sengaja membuat skenario seolah-olah menjadi korban pembegalan untuk menutupi kejadian sebenarnya,” ungkap Kapolsek Zulkifli.

Usman Dunda

Ironisnya, pihak perusahaan langsung menghubungi media dan menyampaikan laporan tersebut tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada aparat kepolisian. Hal ini kemudian memicu keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat.

Sebagai langkah penanganan, Polsek Wonosari mengundang pihak perusahaan dan seluruh karyawan terkait untuk melakukan klarifikasi bersama. Proses klarifikasi ini turut melibatkan video pernyataan resmi antara Jihan dan pimpinan perusahaan, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik.

Kapolsek menegaskan bahwa kondisi keamanan di Kecamatan Wonosari dalam keadaan aman dan kondusif hingga pukul 14.30 WITA hari itu. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi, serta senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam setiap kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kami harap masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi. Jangan langsung percaya sebelum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak berwenang,” ujarnya.

Sementara itu, Jihan yang sebelumnya mengaku sebagai korban pembegalan, akhirnya mengakui kesalahannya kepada pihak kepolisian. Ia menyampaikan permohonan maafnya melalui video klarifikasi yang kini telah diunggah di media sosial.

“Saya meminta maaf kepada semuanya terkait pembegalan tersebut. Itu tidak benar. Uang dan HP tersebut sebenarnya diambil ponakan saya dan sudah dikembalikan kepada saya,” ujar Jihan dalam video tersebut.

Jihan juga menyampaikan permohonan maaf khusus kepada masyarakat Kecamatan Wonosari, atas keresahan yang ditimbulkan akibat informasi yang tidak sesuai fakta.HM

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.