Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini, Hi. Syarif Mbuinga Ajak Santri Al Khairat Jadi Penjaga Persatuan Bangsa
HarianMetro.co, POHUWATO – Anggota MPR RI/DPD RI, Hi. Syarif Mbuinga, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Al Khairat, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WITA hingga 11.15 WITA tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh para santri dan masyarakat sekitar.
Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari santri Pondok Pesantren Al Khairat, warga Desa Buntulia Utara, serta masyarakat dari desa-desa sekitar turut menghadiri kegiatan tersebut. Sejak pagi hari, para santri tampak tertib dan bersemangat mengikuti setiap sesi sosialisasi, mencerminkan tingginya minat dan kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Dalam kegiatan tersebut, Hi. Syarif Mbuinga menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan pentingnya peran santri sebagai generasi penerus bangsa yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.
Iklan
Dalam pernyataannya yang menggugah, Senator Syarif Mbuinga menegaskan bahwa santri memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan bangsa.
“Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga penjaga keutuhan bangsa. Dari pesantren inilah lahir generasi yang berakhlak, cinta tanah air, dan siap menjaga NKRI. Agama dan kebangsaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi harus berjalan seiring demi Indonesia yang damai dan berkeadilan,” tegasnya di hadapan para santri.
Iklan
Ia juga mengajak para santri untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap, berpikir, dan bertindak, serta menanamkan nilai toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Antusiasme santri terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para santri menyimak materi dengan penuh perhatian, aktif bertanya, serta terlibat dalam diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif. Suasana pesantren terasa hidup dengan dialog kebangsaan yang membangun dan sarat nilai moral.
Masyarakat yang hadir turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Mereka menilai kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat pemahaman kebangsaan, khususnya bagi generasi muda di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, diharapkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan cinta tanah air semakin tertanam kuat di kalangan santri dan masyarakat Desa Buntulia Utara serta sekitarnya, sebagai bekal dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.//HM