Merasa Dirugikan Pembatalan Tender PENAS KTNA XVII Gorontalo Dipersoalkan, Peserta Soroti Dugaan Ketidaktransparanan Penyelenggara

0 213

HarianMetro.co, GORONTALO – Polemik serius mencuat menjelang pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Salah satu peserta tender jasa Event Organizer (EO) secara terbuka melayangkan keberatan atas keputusan pembatalan tender yang dinilai dilakukan secara sepihak dan tanpa penjelasan yang jelas dari pihak penyelenggara.

Keberatan tersebut disampaikan oleh Irfan Yusuf selaku Subkon Produksi Event PENAS. Ia menilai keputusan pembatalan kontrak bukan hanya mencederai proses pengadaan yang telah berjalan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen penyelenggara terhadap prinsip transparansi dan profesionalisme.

Menurut Irfan, pihaknya telah mengikuti seluruh tahapan tender sesuai prosedur yang berlaku hingga memperoleh status yang memenuhi syarat untuk berkontrak. Namun secara tiba-tiba, kerja sama tersebut dibatalkan tanpa adanya penjelasan yang memadai kepada peserta.

Iklan

“Kami sangat kecewa dengan keputusan pembatalan tender yang dilakukan secara sepihak. Seluruh tahapan telah kami ikuti sesuai ketentuan, tetapi pada akhirnya kontrak dibatalkan tanpa alasan yang jelas dan terbuka,” tegas Irfan.

Ia mengungkapkan, alasan yang disampaikan terkait penggunaan vendor dari luar Gorontalo dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Pasalnya, dalam dokumen tender tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan peserta menggunakan vendor lokal sebagai syarat pelaksanaan pekerjaan.

Usman Dunda

“Kami dibatalkan dengan alasan menggunakan vendor dari Manado. Padahal dalam dokumen tender tidak pernah disebutkan bahwa vendor harus berasal dari Gorontalo. Jika memang itu menjadi syarat, seharusnya dicantumkan sejak awal agar semua peserta memiliki pemahaman yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irfan menilai keputusan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian material maupun immaterial bagi peserta yang telah mengeluarkan biaya, waktu, dan tenaga selama proses pengadaan berlangsung. Kondisi ini juga dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap sistem pengadaan yang seharusnya menjunjung tinggi asas keadilan dan kepastian hukum.

Ironisnya, sebelum pembatalan dilakukan, pihak dinas terkait disebut masih melakukan koordinasi dan konfirmasi mengenai berbagai kebutuhan teknis yang telah dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan PENAS KTNA XVII. Fakta ini semakin memperkuat tanda tanya mengenai alasan sebenarnya di balik pembatalan kontrak tersebut.

Meski merasa dirugikan, pihaknya memilih menerima keputusan tersebut demi menghindari persoalan yang lebih kompleks di lapangan.

“Kami menerima keputusan itu karena tidak ingin pelaksanaan kegiatan nantinya menjadi rumit atau bahkan dipersulit jika tetap dipaksakan untuk berjalan,” katanya.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena menyangkut pelaksanaan agenda nasional yang menggunakan anggaran dan melibatkan kepentingan banyak pihak. Publik pun berhak mengetahui alasan dan dasar hukum yang digunakan dalam pembatalan tender tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi maupun dugaan adanya perlakuan yang tidak adil terhadap peserta.

Irfan menegaskan, pihaknya tetap mendukung penuh suksesnya PENAS KTNA XVII yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20 hingga 25 Juni 2026. Namun menurutnya, dukungan terhadap agenda nasional tidak boleh mengabaikan hak-hak peserta tender yang telah mengikuti proses secara sah.

“Kami mendukung suksesnya PENAS KTNA XVII karena ini merupakan agenda strategis bagi sektor pertanian, perikanan, dan pembangunan daerah. Namun di sisi lain, hak peserta tender harus dihormati. Transparansi, profesionalisme, dan kepastian hukum tidak boleh dikorbankan dalam proses pengadaan apa pun,” tegasnya.

Polemik ini menjadi ujian bagi penyelenggara PENAS KTNA XVII untuk membuktikan bahwa seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan bebas dari keputusan yang berpotensi menimbulkan persepsi ketidakadilan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pembatalan tender tersebut.//HM

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.