Ketua DPRD Pohuwato Imbau Warga Waspada Kabut Asap dan Hindari Bakar Lahan

0 23

HarianMetro.co, POHUWATO – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato, Beni Nento, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Pohuwato.

Ia meminta warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menghindari kegiatan yang dapat memperburuk kualitas udara, terutama pembakaran lahan.

Sebaran kabut asap tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan, yang diperparah oleh adanya titik-titik kebakaran lahan di wilayah Pohuwato.

Iklan

Beni menegaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena paparan asap dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Menurutnya, masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan sejak dini untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk.

Usman Dunda

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato agar selalu menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga dari hirupan asap yang berpotensi merusak saluran pernapasan,” tegas Beni Nento, Kamis (15/10/2026).

Selain mengingatkan penggunaan masker, Beni juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru yang berpotensi memperparah kondisi kabut asap.

Ia menjelaskan, paparan asap kebakaran lahan dapat mengandung partikel halus dan zat berbahaya yang berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata hingga gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Beni juga mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak, terutama ketika kondisi udara sedang buruk.

Perhatian khusus, lanjutnya, perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya.

“Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit asma atau gangguan pernapasan diimbau untuk ekstra waspada dan sebaiknya tetap berada di dalam rumah selama kondisi udara belum membaik,” pungkasnya.

Beni berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan dengan mengikuti imbauan pencegahan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menambah pencemaran udara.//Mldi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.