AKP Khoirunnas Ungkap Hasil Penyelidikan, Temukan 7 Unit Alat Berat Dugaan PETI di Wilayah DAM

0 83

HarianMetro.co, POHUWATO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato bergerak cepat menindaklanjuti atensi Kapolda Gorontalo terkait informasi adanya dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Selasa (31/03/2026).

Kasat Reskrim Polres Pohuwato, AKP Khoirunnas, S.I.K., M.H., saat ditemui di Mapolres Pohuwato menjelaskan bahwa dirinya langsung memimpin tim berjumlah delapan personel menuju lokasi setelah menerima perintah dari Kapolda Gorontalo.

“Sesuai atensi dari Bapak Kapolda Gorontalo, kami mendapat informasi adanya aktivitas PETI di wilayah DAM, Hulawa bagian atas. Atas perintah tersebut, saya langsung memimpin tim bersama delapan anggota menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan,” ujar AKP Khoirunnas.

Iklan

Ia menjelaskan, tim berangkat dari Polres Pohuwato sekitar pukul 11.00 Wita. Perjalanan menuju titik terakhir yang dapat dijangkau kendaraan memakan waktu sekitar 30 menit. Setelah itu, personel harus melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek lokal selama kurang lebih satu jam.

“Dari Polres menuju pangkalan ojek terakhir sekitar 30 menit. Setelah itu kami menggunakan ojek selama kurang lebih satu jam menuju titik checkpoint terakhir, dengan pengemudi yang memang memahami medan,” jelasnya.

Iklan

Setelah tiba di titik terakhir, tim kembali harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan mendaki perbukitan menuju puncak DAM.

“Dari titik terakhir ojek, kendaraan harus ditinggalkan dan kami melanjutkan perjalanan dengan mendaki bukit hingga ke puncak DAM,” tambahnya.

Dari hasil penyelidikan awal di lokasi, petugas menemukan sebanyak tujuh unit alat berat ekskavator yang diduga kuat akan digunakan untuk aktivitas PETI.

“Sesampainya di lokasi, kami menemukan tujuh unit alat ekskavator yang diduga kuat akan digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin. Namun saat itu operator, pekerja, maupun pihak yang diduga pemilik alat tidak berada di lokasi,” ungkap Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, kondisi cuaca di lokasi cukup ekstrem. Pada sore hari, hujan lebat mengguyur kawasan tersebut hingga menyebabkan banjir, sehingga tim terpaksa berteduh dan menunda proses lebih lanjut.

“Karena kondisi lokasi yang cukup sulit, ditambah hujan lebat dan banjir pada sore hari, kami harus berteduh. Tim baru kembali ke Polres sekitar pukul 02.00 Wita dini hari,” katanya.

AKP Khoirunnas juga mengakui bahwa hingga saat ini alat berat tersebut belum berhasil dievakuasi karena medan yang sulit.

“Untuk alat berat, saat ini belum berhasil dievakuasi mengingat kondisi lokasi yang sangat sulit dijangkau,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian akan menindaklanjuti penyelidikan terhadap pemodal, pemilik alat, maupun pemilik lahan yang diduga terlibat.

“Pemodal dan pemilik lahan akan kami lakukan proses penyelidikan lebih lanjut, mulai dari undangan klarifikasi, pemanggilan, hingga upaya paksa lainnya apabila diperlukan,” tegasnya.

Menurutnya, identitas sejumlah pihak yang diduga terkait sudah dikantongi oleh penyidik, namun belum dapat dipublikasikan karena masih dalam tahap pendalaman.

“Nama-nama sudah kami kantongi, namun belum bisa kami buka ke publik karena masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, tujuh alat berat yang ditemukan terdiri dari beberapa merek dan diduga milik pihak sipil, yakni satu unit JCB, empat unit Hitachi, satu unit Hyundai, dan satu unit Sany.

“Kami menduga alat-alat tersebut milik pihak sipil, dan saat ini kami sedang mendalami kepemilikannya,” pungkas AKP Khoirunnas.//Mldi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.