Pernyataan Wakil Ketua DPRD Pohuwato Dinilai Tidak Mencerminkan Sikap Negarawan

0 283

HarianMetro.co, POHUWATO – Pernyataan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Pohuwato, Hamdi Alamri, yang menyebut bahwa DPRD ikut “terancam” dan “dicarikan kesalahan” oleh perusahaan tambang menuai tanggapan keras dari Ketua DPD KNPI Pohuwato, Fardiyanto Mohi, Pernyataan tersebut dinilai tidak tepat disampaikan di ruang publik karena berpotensi menggiring opini seolah lembaga DPRD berada dalam tekanan dan kehilangan independensinya sebagai representasi rakyat.

Sebagai lembaga legislatif, DPRD memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi yang dijamin oleh undang-undang. Karena itu, publik menilai tidak semestinya seorang pimpinan DPRD menyampaikan narasi ketakutan atau tekanan tanpa disertai bukti yang jelas dan mekanisme hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan tersebut juga dianggap berpotensi memperkeruh situasi sosial di tengah meningkatnya ketegangan antara masyarakat penambang tradisional dan pihak perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pohuwato.

Iklan

“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, namun pejabat publik harus mampu menjaga stabilitas daerah dengan pernyataan yang menenangkan, objektif, dan berbasis fakta. Jangan sampai muncul kesan bahwa negara kalah oleh kekuatan modal,” ujar Fardiyanto kepada awak media melalui via Watsapp, Rabu (13/5/2026).

Selain itu, pernyataan DPRD yang mengajak massa aksi turun langsung ke lokasi perusahaan juga dinilai perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak memicu eskalasi konflik di lapangan. DPRD seharusnya mengambil posisi sebagai mediator dan penyelesai masalah melalui jalur dialog serta mekanisme hukum yang berlaku, bukan justru memperkuat suasana konfrontatif.

Usman Dunda

ini juga menegaskan bahwa investasi dan keberlangsungan masyarakat lokal harus ditempatkan secara seimbang. Semua pihak, baik perusahaan, pemerintah, DPRD, maupun masyarakat penambang tradisional wajib mengedepankan hukum, musyawarah, dan kepentingan daerah secara luas.

“Pohuwato membutuhkan solusi, bukan narasi yang membangun ketakutan. Semua pihak harus menahan diri dan fokus mencari jalan keluar yang adil bagi masyarakat tanpa menciptakan kegaduhan baru,” tutup fardiyanto dengan senyum manis.//HM

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.