Iwan S. Adam Dorong Tradisi Maulid Tetap Hidup di Pohuwato

0 13

HarianMetro.co, POHUWATO – Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari warisan keagamaan sekaligus sarana menanamkan keteladanan Rasulullah kepada generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan Iwan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Nabawi, Desa Suka Makmur, Kecamatan Patilanggio, Rabu malam (02/09/2026).

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Maulid secara nasional, dilanjutkan hikmah Maulid yang disampaikan Kadhi Pohuwato, Ustaz Syaiful Sabu. Hadir pula Plt. Camat Patilanggio Iswan Bouty, Kepala Desa Suka Makmur, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta jamaah setempat.

Iklan

Dalam sambutannya, Iwan terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang belum dapat hadir karena sedang mengikuti agenda pemerintahan di luar daerah.

“Bapak Bupati menyampaikan permohonan maaf karena malam ini belum bisa bersama-sama dengan kita. Beliau masih mengikuti kegiatan pemerintahan di luar daerah dan meminta kami untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW malam ini,” ujar Iwan.

Usman Dunda

Menurut Iwan, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mengenang perjuangan, meneladani akhlak, serta mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan, peringatan Maulid di Gorontalo, khususnya Kabupaten Pohuwato, memiliki kekhasan karena memadukan pelaksanaan secara nasional dengan tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

“Di Gorontalo, khususnya di Pohuwato, perayaan Maulid ini dilaksanakan secara nasional dan tradisional. Ini sudah menjadi tradisi sejak dahulu kala yang terus kita pertahankan dari generasi ke generasi,” jelasnya.

Iwan menegaskan, pelestarian tradisi keagamaan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar nilai-nilai keislaman tetap terjaga.

“Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita berkewajiban mempertahankan nilai-nilai keislaman dan peringatan hari-hari besar Islam. Tradisi seperti ini harus terus kita jaga agar generasi muda dapat meneruskan apa yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Iwan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia pelaksana, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Desa Suka Makmur yang telah menjaga kebersamaan dalam pelaksanaan Maulid. Ia berharap semangat persatuan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya terlihat saat kegiatan keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.//mldi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.