BBM Stabil, Harga Kebutuhan Lain Melonjak KNPI Gorontalo Soroti Ketimpangan Kebijakan

0 509

HarianMetro.co, GORONTALO – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) provinsi Gorontako menyoroti fenomena ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat, di mana harga Bahan Bakar Minyak (BBM) relatif stabil, namun justru diikuti dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan bahan lainnya.

Ketua KNPI menilai kondisi ini sebagai ironi kebijakan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Stabilitas harga BBM seharusnya memberikan efek domino terhadap kestabilan harga barang dan jasa, bukan sebaliknya.

“Secara logika ekonomi, ketika BBM tidak mengalami kenaikan, maka biaya distribusi mestinya tetap terkendali. Namun realitas di lapangan menunjukkan harga bahan pokok justru naik. Ini menandakan ada persoalan serius dalam rantai distribusi dan pengawasan pasar,” ujar Riyanto Ismail.

Iklan

Ketua KNPI melihat ada beberapa faktor yang berpotensi menjadi penyebab, antara lain lemahnya pengawasan distribusi, permainan harga di tingkat distributor, hingga ketidakseimbangan pasokan di pasar lokal. Selain itu, momentum tertentu seperti bulan keagamaan atau kondisi cuaca juga kerap dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

Lebih lanjut, Riyan menegaskan bahwa pemerintah daerah dan instansi terkait harus lebih proaktif dalam mengendalikan harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap stabil. Operasi pasar, penguatan peran satgas pangan, serta transparansi rantai distribusi dinilai menjadi langkah strategis yang harus segera diambil.

Usman Dunda

“Jangan sampai masyarakat dibebani secara diam-diam. BBM tidak naik, tapi daya beli tetap tergerus karena harga kebutuhan lain melonjak. Ini sama saja memindahkan beban ke sektor lain,” tegasnya dengan senyum khasnya

Riyanto juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk ikut mengawal kebijakan ekonomi dan berperan aktif dalam mengawasi praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

Sebagai penutup, Riyanto menegaskan komitmennya untuk terus menjadi suara kritis dan konstruktif dalam menjaga keseimbangan kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.//Mld

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.