HarianMetro.co, MARISA – Di tengah kondisi krisis air yang dialami sejumlah wilayah, pihak Adira Finance Marisa dan beberapa kantor mengeluhkan adanya tagihan air dari pihak PDAM Tirta Maleo Pohuwato yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi penggunaan air di kantor mereka.
Pimpinan Adira Finance Marisa, Idris Ishak, menyampaikan bahwa selama ini kantor yang dipimpinnya tidak menggunakan layanan air dari PDAM Tirta Maleo sebagaimana yang tercatat dalam tagihan. Namun demikian, pihaknya masih menerima penagihan yang harus dibayarkan setiap bulan.
“Kami merasa keberatan dengan adanya tagihan tersebut. Selama ini kantor tidak menggunakan air sebagaimana yang ditagihkan, tetapi tetap saja ada kewajiban pembayaran yang dibebankan kepada kami,” ujar Idris Ishak. Kamis (25/26).
Menurutnya, kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat saat ini masyarakat juga sedang menghadapi berbagai persoalan terkait ketersediaan air bersih. Ia berharap pihak PDAM Tirta Maleo dapat melakukan evaluasi dan pengecekan langsung terhadap kondisi di lapangan agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun kerugian bagi pelanggan.
Idris menambahkan bahwa pihaknya siap menerima tim teknis untuk melakukan pemeriksaan terhadap instalasi maupun meteran yang ada di lokasi kantor guna memastikan keakuratan data penggunaan air.
“Kami berharap ada solusi yang adil. Jika memang tidak ada pemakaian, tentu perlu ada penyesuaian sehingga pelanggan tidak dirugikan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Adira Finance Marisa berharap adanya komunikasi dan klarifikasi dari pihak PDAM Tirta Maleo terkait mekanisme penagihan yang selama ini diterapkan.
Permasalahan ini diharapkan dapat segera mendapatkan perhatian sehingga tercipta pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian kepada seluruh pelanggan.//HM