Jelang Masa Akhir Kepengurusan, PB Bulutangkis Desak Segera Digelar MUSKAB PBSI Pohuwato

MARISA, 8 Agustus 2026 — Menjelang berakhirnya masa kepengurusan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Pohuwato periode 2022–2026, sejumlah Perkumpulan Bulutangkis (PB) di Kabupaten Pohuwato mulai mendorong agar Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) PBSI segera dilaksanakan.

Desakan tersebut disuarakan sebagai bagian dari upaya melakukan evaluasi sekaligus pembenahan terhadap kinerja organisasi cabang olahraga bulutangkis di Kabupaten Pohuwato.

Salah satu suara tersebut datang dari Ketua PB RadjaKesu Marisa, Abdul Bahri Nggule. Ia menilai momentum berakhirnya masa kepengurusan harus menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh serta menghadirkan kepengurusan baru yang lebih solid, kompak, dan memiliki komitmen kuat dalam memajukan olahraga bulutangkis di Pohuwato.

Menurut Abdul Bahri, PBSI Pohuwato membutuhkan kepengurusan yang benar-benar mampu memusatkan perhatian pada pembinaan atlet, pengembangan klub atau perkumpulan bulutangkis, serta peningkatan prestasi olahraga di tingkat daerah maupun jenjang yang lebih tinggi.

“Kami menginginkan adanya kepengurusan yang solid, kompak dan fokus terhadap perkembangan cabang olahraga bulutangkis di Kabupaten Pohuwato,” ujar Abdul Bahri.

Ia berharap MUSKAB PBSI Pohuwato nantinya tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan organisasi secara menyeluruh.

Abdul Bahri juga berharap proses MUSKAB dapat berlangsung secara demokratis, terbuka, dan mengakomodasi aspirasi seluruh PB yang ada di Kabupaten Pohuwato.

Menurutnya, keberadaan PB sebagai ujung tombak pembinaan atlet perlu mendapatkan perhatian serius dari organisasi kabupaten. Dengan sinergi yang kuat antara pengurus PBSI dan seluruh PB, pembinaan atlet diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

“Harapan kami, MUSKAB nanti dapat menghasilkan sebuah kepengurusan yang baik, solid dan benar-benar memiliki komitmen untuk memajukan PBSI serta meningkatkan prestasi bulutangkis di Pohuwato,” tegasnya.

Desakan untuk segera menggelar MUSKAB tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa kalangan perkumpulan bulutangkis menginginkan adanya penyegaran dan perombakan dalam tubuh kepengurusan PBSI Pohuwato agar organisasi ke depan dapat bekerja lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan pembinaan bulutangkis di daerah.

Dengan semakin dekatnya berakhir masa kepengurusan periode 2022–2026, seluruh pihak diharapkan dapat menempatkan kepentingan pembinaan dan kemajuan olahraga sebagai prioritas utama dalam proses pergantian kepengurusan PBSI Pohuwato.//HM

Abdul Bahri NggulePB BulutangkisPBSI PohuwatoPengurus OB Bulutangkis
Comments (0)
Add Comment