HarianMetro.co, POHUWATO — Ada filosofi mendalam di balik pilihan panitia Open Turnamen Catur Pohuwato Cup 2026 untuk menggelar turnamen di venue outdoor yang terbuka untuk umum. Bagi Ketua Percasi Kabupaten Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli, keputusan tersebut bukan sekadar pertimbangan teknis atau logistik semata. Ini adalah strategi yang disengaja untuk membawa catur lebih dekat ke hati dan kehidupan masyarakat Pohuwato.
AHS mengungkapkan bahwa selama ini catur kerap dipersepsikan sebagai olahraga yang eksklusif, hanya dimainkan dan dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Persepsi ini yang ingin dirobohkan melalui Pohuwato Cup 2026. Dengan memilih venue outdoor yang dapat diakses oleh siapapun secara gratis, panitia ingin menegaskan bahwa catur adalah milik semua orang, tanpa terkecuali.
“Pemilihan venue outdoor ini bukan kebetulan. Ini adalah strategi kami yang disengaja. Kami ingin catur itu merakyat, kami ingin ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak, semua warga Pohuwato bisa datang dan menyaksikan turnamen ini tanpa hambatan apapun,” tegas AHS.
Iklan
AHS menjelaskan bahwa dengan menghadirkan pertandingan catur ke ruang publik yang terbuka, masyarakat yang belum pernah menonton turnamen catur secara langsung mendapat kesempatan untuk merasakan sendiri atmosfer kompetisi yang sesungguhnya. Tegangan di atas papan catur, konsentrasi para pemain, dan drama setiap langkah yang diambil adalah tontonan yang tidak kalah menarik dari olahraga-olahraga lain yang selama ini lebih akrab di telinga masyarakat.
Lebih jauh, AHS menyebut venue outdoor sebagai jembatan antara dunia catur yang selama ini terkesan tertutup dengan masyarakat luas yang mungkin belum pernah bersentuhan dengan olahraga pikir ini. Ketika seorang anak yang awalnya hanya datang menemani orang tuanya tiba-tiba tertarik dan bertanya tentang catur setelah menyaksikan pertandingan, itulah momen kemenangan sesungguhnya yang jauh lebih berharga dari apapun.

“Saya bermimpi ada anak-anak Pohuwato yang hari ini menonton untuk pertama kalinya, tapi sepuluh tahun ke depan mereka yang menjadi juara. Mimpi itu bisa dimulai dari sini, dari venue terbuka Pohuwato Cup 2026 ini,” ujar AHS penuh harapan.
Dengan 183 peserta yang siap bertanding dan ribuan penonton yang diharapkan hadir setiap harinya, venue outdoor Pohuwato Cup 2026 akan menjadi ruang demokrasi olahraga yang sesungguhnya: tempat di mana semua orang, dari semua latar belakang dan usia, dapat bersatu dalam satu semangat untuk merayakan keindahan olahraga pikir yang bernama catur. (*)