HarianMetro.co, POHUWATO – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi, melontarkan kritik keras terhadap seorang oknum karyawan Pani Gold Mine (PGM) yang videonya viral di media sosial dan dinilai menunjukkan sikap tidak mencerminkan etika dalam menghadapi masyarakat penambang.
Menurut Nasir, tindakan yang diperlihatkan dalam video tersebut tidak hanya mencederai hubungan antara perusahaan dan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu gejolak sosial apabila tidak segera disikapi secara serius oleh manajemen perusahaan.
“Saya sangat menyesalkan dan mengecam keras cara penanganan serta tingkah laku oknum perusahaan tersebut. Saya tidak tahu apa jabatannya, tetapi perilaku seperti itu tidak layak dipertontonkan kepada masyarakat,” tegas Nasir Giasi, Minggu (09/08/2026).
Iklan
Sebagai Ketua Komisi III DPRD yang membidangi sektor pertambangan, Nasir menilai persoalan tersebut bukan sekadar insiden biasa. Ia mengaku telah beberapa kali memperhatikan sikap oknum yang bersangkutan sejak beberapa bulan terakhir dan menilai pola komunikasi yang dibangun justru sering menimbulkan kegaduhan.
“Kalau saya melihat rekam jejaknya selama bekerja di Pani Gold Mine, beberapa bulan terakhir ini sudah berulang kali menimbulkan kegaduhan. Penanganannya kurang memperhatikan budaya lokal dan kearifan lokal masyarakat Pohuwato,” ujarnya.

Ironisnya, kata Nasir, oknum tersebut merupakan putra daerah Gorontalo sehingga seharusnya lebih memahami karakter masyarakat dan mampu membangun komunikasi yang baik ketika menghadapi aspirasi para penambang.
“Justru karena dia orang Gorontalo, seharusnya lebih memahami bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat. Aspirasi masyarakat itu harus dihadapi dengan kepala dingin, bukan dengan sikap yang memancing emosi,” katanya.
Nasir mengungkapkan, dirinya pernah secara langsung menegur oknum tersebut saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Pohuwato.
“Saya pernah menyampaikan langsung kepada yang bersangkutan. Setinggi apa pun ilmu dan jabatan seseorang, yang paling utama adalah etika, sopan santun, dan cara menghargai orang lain,” ungkapnya.
Ia mengaku memiliki pengalaman panjang dalam menangani berbagai persoalan antara perusahaan pertambangan dan masyarakat. Menurutnya, berbagai konflik selama ini dapat diselesaikan melalui komunikasi yang santun dan menghormati masyarakat.
“Saya sudah banyak berhadapan dengan perusahaan tambang. Banyak konflik yang berhasil diselesaikan karena komunikasi yang baik. Bukan dengan cara-cara yang justru memperkeruh suasana,” tegas Nasir.
Politisi Partai Golkar itu mengingatkan bahwa apabila perilaku seperti itu terus dipertahankan, dampaknya bukan hanya terhadap citra perusahaan, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pohuwato.
“Kalau terus menimbulkan kegaduhan, yang akan dipusingkan bukan hanya perusahaan. Bupati, Wakil Bupati, DPRD, aparat keamanan, hingga masyarakat semuanya akan terdampak. Stabilitas daerah bisa terganggu,” katanya.
Karena itu, Nasir mendesak manajemen Pani Gold Mine segera mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi terhadap oknum yang bersangkutan.
“Kami meminta Direktur Pani Gold Mine segera mengevaluasi yang bersangkutan. Jangan mempertahankan orang-orang yang justru menjadi sumber kegaduhan dan mengganggu hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap perusahaan lebih selektif dalam menempatkan personel yang berhadapan langsung dengan masyarakat, terutama pada posisi yang berkaitan dengan komunikasi dan penanganan konflik sosial.
“Perusahaan harus menempatkan orang-orang yang memiliki kemampuan komunikasi, menghargai budaya lokal, serta mampu menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat. Jangan sampai hanya karena ulah satu orang, kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan menjadi rusak,” pungkas Nasir.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media HarianMetro.co masih berupaya meminta konfirmasi kepada manajemen Pani Gold Mine (PGM) terkait pernyataan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi, mengenai sikap oknum karyawan yang videonya beredar di media sosial.//Mld