Pani Gold Mine Masuki Fase Produksi, Tonggak Baru Industri Tambang Gorontalo

0 375

HarianMetro.co, POHUWATO – Industri pertambangan di Gorontalo memasuki babak baru. Pani Gold Mine di Kabupaten Pohuwato resmi memasuki fase produksi setelah melakukan first gold pour atau penuangan emas perdana pada Sabtu, (14/02/2026).

Momentum ini menandai transformasi proyek yang dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk dari tahap eksplorasi dan pengembangan menuju operasi komersial penuh. Penuangan emas perdana tersebut menjadi tonggak penting sejak akuisisi aset pada 2020 hingga penyelesaian seluruh tahapan konstruksi awal.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, menyebut capaian ini sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak.

Iklan

“Perjalanan dari eksplorasi hingga produksi bukanlah proses singkat. Ini terwujud berkat dukungan pemerintah daerah, penerimaan masyarakat, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Hari ini bukan hanya kebanggaan perusahaan, tetapi kebanggaan Gorontalo dan Indonesia,” ujar Boyke dalam acara Syukuran Pani Gold Mine Menuju Produksi di KM0 Bypass, Marisa.

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Ida Syahidah, Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga, jajaran Forkopimda provinsi dan kabupaten, serta tokoh masyarakat.

Usman Dunda

Dalam sambutannya, manajemen perusahaan menegaskan komitmen menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, dengan memperhatikan aspek perlindungan lingkungan serta kepatuhan terhadap regulasi. Kontribusi perusahaan akan disalurkan melalui pembayaran royalti, pajak, dan kewajiban finansial lainnya secara transparan.

Boyke menekankan bahwa manfaat ekonomi diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan penerimaan negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap pembangunan daerah.

“Kami ingin memastikan hasil bumi Gorontalo benar-benar kembali untuk kesejahteraan masyarakatnya,” katanya.

Perusahaan juga menempatkan masyarakat sekitar sebagai bagian penting dari pertumbuhan tambang melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, serta Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, hingga pengembangan UMKM.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan optimismenya bahwa mulai beroperasinya Tambang Emas Pani akan memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya optimis, dengan industri pertambangan, pertumbuhan ekonomi provinsi bisa mencapai 6 persen lebih asal dikelola dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Gorontalo tercatat sebesar 5,71 persen. Pemerintah daerah meyakini peningkatan pertumbuhan akan berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan.

Sebagai simbol dimulainya produksi, acara syukuran ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Polopalo oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Wakapolda Brigjen Pol. Simson Zet Ringu, serta jajaran manajemen perusahaan.

Pada fase awal, tambang menggunakan metode heap leach dengan target produksi sekitar 110.000 hingga 115.000 ounces emas pada tahun pertama operasilebih tinggi dari proyeksi awal sebesar 80.000 ounces pada 2026.

Tambang ini tercatat memiliki cadangan bijih sekitar 4,8 juta ounces emas serta estimasi sumber daya mineral lebih dari 7 juta ounces emas, menjadikannya salah satu proyek tambang emas primer yang prospektif di Indonesia.

Seiring dimulainya produksi heap leach, perusahaan juga telah memulai tahap konstruksi fasilitas Carbon-In-Leach (CIL). Pekerjaan awal seperti earthwork sudah berjalan sejak awal 2026, lebih cepat dari rencana sebelumnya yang ditargetkan pada 2027.

Dengan dimulainya produksi perdana ini, Tambang Emas Pani diharapkan menjadi penggerak baru ekonomi Pohuwato sekaligus memperkuat posisi Gorontalo dalam peta industri pertambangan nasional.//HM

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.