HarianMetro.co, POHUWATO – Setiap pelaksanaan Gebyar SMS, hampir di semua Kecamatan, tidak pernah lepas dari namanya pelayanan, karena tujuan utama dari Gebyar SMS tersebut adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Belum lagi pelayanannya berada di satu titik atau di mana gebyar tersebut digelar. Selain mendekatkan pelayanan, khitanan massal juga menjadi bagian lain yang disediakan pemerintah pada gebyar SMS itu sendiri.
Sehingga tak heran pula setiap gebyar SMS digelar pasti banyak dikunjungi warga untuk mendapatkan pelayanan, karena pelayananannya gratis dan mudah dijangkau.
Seperti pelaksanaan Gebyar SMS jilid III tahun 2023, yang digelar di Kecamatan Patilanggio, dipadati anak-anak yang datang untuk di khitan. Sehingga Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, langsung turun ke lokasi tersebut untuk meninjau anak-anak yang mau di khitan, Kamis (27/7/2023).
Seperti biasa disaat mengunjungi anak yang di khitan, pasti orang nomor satu di Pohuwato itu memberikan hadiah berupa uang sebagai penyemangat. Selain yang di khitan, Bupati Saipul mendapati ada salah satu anak dengan menggunakan kursi roda datang dengan didampingi orang tuanya untuk melaksanakan salah satu syariat yang dianjurkan dalam islam.
Kemudian, Bupati Saipul mendekati anak tersebut, dengan memberi semangat agar tidak merasa takut untuk di khitan dan tidak merasa minder dengan anak-anak lainnya yang terlihat bisa berdiri. Diketahui, anak itu tidak bisa berdiri akibat cacat sejak kecil.
“Tetap semangat, jangan takut, dan sabar dalam menghadapi penyakit yang diderita. Keterbatasan fisik bukanlah menjadi patah semangat bagi kita, akan tetapi sebagai refleksi untuk kita semua akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, dan yang demikian pasti ada kelebihan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa atas dirinya yang tidak dimiliki oleh orang lain yang lengkap fisiknya,” ujar Bupati Saipul Mbuinga.
Terakhir, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga bersama rombongan Gebyar SMS melakukan patroli kesehatan untuk mengunjungi orang yang sakit tidak bisa datang ke tempat layanan terpusat dan terdapat 17 orang warga Patilanggio yang tidak bisa datang ke tempat layanan kesehatan tersebut.//AD