Tunda Aksi May Day, Yosar Ruiba; Kami Pilih Jalur Musyawarah Dan Pendekatan Dialog Yang Konstruktif

HarianMetro.co, POHUWATO – Rencana aksi demonstrasi Aliansi Barisan Rakyat Anti Penindasan yang sedianya digelar Senin (01/05/2026) di beberapa titik di tunda atau di batalkan.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Jenderal Lapangan BARA API, Yosar Ruiba, sebagai pemberitahuan susulan atas rencana aksi yang telah diumumkan sebelumnya.

“Pembatalan ini kami lakukan setelah melalui berbagai pertimbangan strategis, termasuk hasil komunikasi dan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait,” ujar Yosar, pada Kamis (30/04/2026).

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama pembatalan adalah hasil komunikasi kolaboratif yang intensif antara pemrakarsa aksi dengan Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Pohuwato, terkait sejumlah tuntutan massa.

Selain itu, pertemuan pada Kamis, 30 April 2026, yang melibatkan pemrakarsa aksi, Bupati Pohuwato, unsur pimpinan DPRD Pohuwato, serta pihak perusahaan (PGP), dinilai telah menghasilkan langkah diplomasi yang adaptif.

“Tujuh poin aspirasi yang kami bawa telah dibahas secara langsung dalam pertemuan tersebut, termasuk yang ditujukan kepada pihak perusahaan,” jelasnya.

Yosar juga menyebut adanya imbauan dari berbagai tokoh lintas sektor sebagai pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan ini.

“Imbauan dari pemerintah kecamatan, desa, hingga tokoh masyarakat untuk menjaga kamtibmas menjadi perhatian serius bagi kami,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perjuangan Aliansi BARA API tidak berhenti, melainkan dialihkan ke jalur yang lebih persuasif.

“Kami tetap akan mengawal tujuh poin tuntutan, namun melalui jalur musyawarah dan pendekatan dialog yang konstruktif,” tegas Yosar.

Pihaknya juga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan BARA API pasca pembatalan aksi.

“Apabila ada kelompok tertentu yang membawa nama BARA API untuk melakukan aksi massa, maka itu bukan bagian dari kami dan tidak benar,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, pihaknya menolak segala bentuk tindakan anarkis.

“Apapun yang kita perjuangkan tidak boleh menggunakan cara-cara anarkis, chaos, kekerasan, ataupun merusak fasilitas umum,” tandasnya.

Ke depan, BARA API akan mengedepankan strategi yang mereka sebut sebagai “parlemen ruangan”.

“Kami akan menempuh pola komunikasi, koordinasi, dan diplomasi yang persuasif serta humanis,” pungkas Yosar.

Di akhir pernyataannya, ia juga menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh pihak.

“Atas nama pribadi dan kelompok, kami memohon maaf jika dalam proses ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Terima kasih kepada seluruh sahabat dan rekan perjuangan,” tutupnya.

Berikut bunyi surat penundaan/pembatalan aksi unjuk rasa 1 Mey 2026 :

Teriring salam dan doa,semoga Allah SWT senantiasa membersamai rutinitas kescharian kita sekalian.

Sehubungan dengan rencana aksi unjuk rasa pada momentum May Day yang akan kami gelar pada besok hari, Jum’at O1 Mei s/d Kamis 07 Mei 2026.Melalui kesempatan ini kami menyampaikan pemberitahuan susulan bahwa rencana aksi unjuk rasa sebagaimana dimaksud masih ditunda/dibatalkan sampai pada batas waktu yang tidak ditentukan, setelah mempertimbangkan poin-poin berikut

  1. Hasil komunikasi kolaboratif yang intensif antara Pemrakarsa dengan Pemerintah Daerah
  2. dalam hal ini Bupati Pohuwato bertalian dengan beberapa poin tuntutan massa aksi yang ter-address ke Pemerintah; Hasil diplomasi yang adaptatif pada hari Kamis 30 April, antara Pemrakarsa, Bupati
    Pohuwato, Unsur Pimpinan DPRD Pohuwato dan pihak perusahaan kaitan 7 poin aspirasi
    yang ter-address langsung ke pihak PGP atau perusahaan;
  3. Himbauan penundaan/pembatalan aksi unjuk rasa dari lintas tokoh, baik dari tokoh
    pemerintahan kecamatan dan desa maupun dari tokoh masyarakat sebagaimana yang
    telah beredar di media-media pemberitaan online Pohuwato tentang kondisi kamtibmas; dan.
  4. Usai menimbang dan menyimpulkan situasi seperti yang disebutkan pada poin I s/d poin 3.Pemrakarsa aksi ‘relatif adaptatif untuk tetap terus memperjuangkan dan mengawal 7 poin yang menjadi tuntutan melalui jalur musyawarah atau pertemuan secara persuasif.

Dalam pernyataan tertulisnya, Yosar Ruiba menambahkan 3 point penting yakni :.

  1. Bilamana pasca surat pemberitahuan pembatalan aksi unjuk rasa ini disampaikan ke pihak Polres, kemudian muncul kelompok² tertentu membawa bendera dari, untuk dan atas nama BARA API ataupun pemrakarsa aksi untuk melakukan satu dan lain hal kaitan aksi massa dan lain sebagainya maka hal itu tidak benar ;
  2. Apapun yang sedang kita perjuangkan dari, untuk dan atas nama rakyat tidak boleh memakai cara anarkis, chaos, kekerasan ataupun merusak fasilitas umum. Mempertimbangkan situasi dan kondisi tersebut maka langkah penundaan dan atau pembatalan ini dilakukan ; dan
  3. BARA API tetap akan berjuang namun dengan cara cara “parlemen ruangan” dengan tetap mendepankan pola komunikasi, koordinasi dan diplomasi yg persuasif serta humanis.//HM

Aksi DemonstrasiBARA APIDialogMay dayPerusahaanPolresYosar Ruiba
Comments (0)
Add Comment