HarianMetro.co, POHUWATO – POHUWATO – Menjelang aksi demonstrasi memperingati May Day, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pohuwato, Abdul Karim Pakaya, menyatakan sikap tegas terkait polemik yang kini dihadapi oleh rakyat penambang di wilayahnya.
Pria yang akrab disapa Ucen Castro ini menegaskan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan dan berkolaborasi dengan BARA API guna memperjuangkan hak-hak masyarakat penambang.
Ucen Castro menekankan bahwa kehadiran Karang Taruna bukan sebagai penghalang kemajuan daerah, melainkan sebagai pengawal keadilan bagi masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa investasi di Pohuwato harus memberikan dampak Positif dan saling menguntungkan.
“Prinsipnya kami Karang Taruna tidak anti investasi. Tapi investasi yang pro rakyat, yang menyelesaikan masalah tanpa diskriminasi. Kami ingin investasi yang sama-sama menguntungkan. Rakyat untung, mereka (perusahaan) juga untung,” tegas Ucen kepada awak media, Selasa (28/26).
Lebih lanjut, ia menyoroti ketergantungan ekonomi masyarakat Pohuwato pada sektor pertambangan rakyat. Menurutnya, jika akses terhadap wilayah tambang hilang, maka kesejahteraan masyarakat akan hancur dan angka kemiskinan serta monopoli ekonomi akan semakin meningkat.
“Banyak rakyat penambang yang menggantungkan hidup di situ. Kalau mereka tidak berikan ruang untuk mengelola, apa lagi yang menjadi mata pencaharian mereka? Jujur saja, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pohuwato tumbuh subur karena hasil produksi masyarakat penambang itu sendiri,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam membela hak-hak tersebut, Ucen memastikan bahwa Karang Taruna Kabupaten Pohuwato siap mengabdikan diri dan bergabung dalam barisan aksi bersama BARA API.
“Kalau untuk aksi, kami siap untuk bergabung,” pungkasnya.//HM