HarianMetro.co, POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat edukasi kebencanaan di kalangan pelajar. Sebanyak 250 siswa SMP mengikuti Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana yang dipusatkan di Teater Terbuka Pantai Pohon Cinta, Marisa, Rabu (05/08/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam. Hadir dalam kegiatan itu Pimpinan Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo Dr. Andri Wijaya, S.Si., M.Si., mewakili Kepala BMKG Provinsi Gorontalo, perwakilan BPBD Provinsi Gorontalo Subhan Mahmud, Kepala Pelaksana BPBD Pohuwato Abdulmutalib Dunggio, Kepala Bappeda Pohuwato Rustam Melleng, Pimpinan Bank SulutGo Cabang Marisa Zulhijas A. Rasyid, Kepala Pos SAR Marisa, unsur Pani Gold Mine, para camat, kepala sekolah, Basarnas, serta ratusan siswa peserta.
Dalam sambutannya, Iwan menyampaikan permohonan maaf Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga yang tidak dapat hadir karena bersamaan dengan sejumlah agenda pemerintahan di Kantor Bupati. Karena itu, Bupati menugaskan dirinya untuk mewakili sekaligus membuka kegiatan.
Menurut Iwan, edukasi dan simulasi kebencanaan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menghadapi berbagai potensi bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan kebakaran.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai langkah penyelamatan diri, tetapi juga menanamkan kepedulian, keberanian, serta semangat gotong royong saat menghadapi kondisi darurat.
“Ketika bencana terjadi, yang paling utama adalah menyelamatkan diri dengan benar, kemudian membantu orang lain apabila memungkinkan. Nilai kebersamaan dan kepedulian seperti inilah yang ingin kita tanamkan kepada generasi muda,” ujar Iwan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Pohuwato.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sadrin Hasan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Pohuwato melalui BPBD untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami.
Kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman mengenai karakteristik gempa bumi dan tsunami, edukasi tentang langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah bencana, serta membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Selain itu, kegiatan ini juga untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana,” kata Sadrin.
Ia menyebutkan, sekitar 250 siswa kelas IX dari SMP di Kecamatan Marisa, Buntulia, dan Duhiadaa mengikuti kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut. Kegiatan juga melibatkan perwakilan Baznas Pohuwato.
Sadrin menambahkan, sosialisasi dan simulasi akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah lainnya. Setelah Marisa, kegiatan dijadwalkan berlanjut di wilayah Dengilo-Paguat, Randangan-Patilanggio, Taluditi, hingga Wanggarasi, Lemito, dan Popayato serumpun.
Adapun materi yang diberikan meliputi pengenalan risiko gempa bumi dan tsunami, mitigasi struktural dan nonstruktural, prosedur evakuasi, pemanfaatan informasi peringatan dini, hingga simulasi penyelamatan diri ketika terjadi bencana.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari BMKG Provinsi Gorontalo, BPBD Provinsi Gorontalo, dan BPBD Kabupaten Pohuwato.//mldi