Pemda Pohuwato Perjuangkan Bandara Panua Layani Pesawat Berkapasitas Lebih Besar

HarianMetro.co, POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus mendorong pengembangan Bandara Panua, khususnya melalui usulan perpanjangan landasan pacu (runway) dari 1.200 meter menjadi 2.200 meter.

Upaya tersebut dilakukan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, dengan menemui Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Achmad Setiyo Prabowo, di ruang kerjanya, Rabu (07/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Saipul didampingi Kepala Dinas Perhubungan Pohuwato, Muslimin Nento, sekaligus menyerahkan proposal usulan penambahan panjang runway sepanjang 1.000 meter.

Saipul menjelaskan, Bandara Panua memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, tenaga kerja, pelaku usaha, serta tamu perusahaan yang berkunjung ke wilayah paling barat Provinsi Gorontalo tersebut.

Menurutnya, bandara itu masih berpeluang dikembangkan melalui perpanjangan runway agar ke depan dapat melayani pesawat berkapasitas lebih besar.

Selain memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, pengembangan Bandara Panua diharapkan menjadi alternatif akses penerbangan dari dan menuju Pohuwato, mengingat jarak daerah tersebut cukup jauh dari Bandara Djalaluddin Gorontalo.

“Bandara Panua Pohuwato sangat penting untuk dikembangkan karena dapat menunjang kebutuhan daerah sekaligus menjadi alternatif akses penerbangan selain Bandara Djalaluddin Gorontalo. Apalagi investasi yang bergerak di Pohuwato semakin banyak,” jelas Saipul.

Ia mengatakan, meningkatnya aktivitas investasi turut mendorong mobilitas orang dari dan menuju Pohuwato. Kehadiran tenaga kerja dari luar daerah, tamu perusahaan, hingga pejabat pemerintah membuat kebutuhan terhadap layanan transportasi udara yang memadai semakin besar.

Selain itu, pertumbuhan penduduk dan perekonomian daerah juga dinilai akan meningkatkan kebutuhan konektivitas transportasi, termasuk melalui jalur udara.

“Peluang kehadiran orang yang datang ke Pohuwato begitu besar, baik tenaga kerja dari luar daerah maupun tamu dari perusahaan dan pejabat pemerintah. Penduduk kita juga terus bertambah, sementara pertumbuhan ekonomi Pohuwato masuk 10 besar nasional. Dengan demikian, ke depan mobilitas orang tentu akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Saipul menambahkan, jarak Pohuwato dari Bandara Djalaluddin menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan Bandara Panua. Akses penerbangan yang lebih dekat dinilai dapat memudahkan perjalanan masyarakat maupun tamu perusahaan.

“Daerah kita sangat jauh dari Bandara Gorontalo, sementara banyak tamu yang datang ke Pohuwato. Karena itu, fasilitas penerbangan sangat dibutuhkan, termasuk bagi tenaga kerja dan tamu perusahaan ketika hendak kembali ke daerah asal,” terangnya.

Bupati berharap pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap usulan pengembangan Bandara Panua. Sejak diresmikan pada 2024, bandara tersebut masih melayani penerbangan perintis dengan frekuensi terbatas, yakni satu kali dalam sepekan.

Karena itu, Pemkab Pohuwato berharap perpanjangan runway dapat direalisasikan sehingga panjang landasan pacu bertambah menjadi 2.200 meter dan mendukung pelayanan pesawat berkapasitas lebih besar, termasuk Boeing 737, sesuai persyaratan teknis dan operasional penerbangan.

“Sejak diresmikan pada 2024, Bandara Pohuwato masih melayani penerbangan perintis, itupun dalam seminggu hanya satu kali penerbangan. Olehnya, kami berharap pada tahun depan panjang runway bisa ditambah dari 1.200 meter menjadi 2.200 meter, sehingga dapat didarati pesawat jenis Boeing 737,” harap Saipul.

Ia optimistis, pengembangan Bandara Panua akan berdampak positif terhadap perekonomian dan konektivitas daerah. Selain memudahkan mobilitas masyarakat, peningkatan kapasitas bandara diharapkan turut mendukung aktivitas investasi serta pergerakan barang dari dan menuju Pohuwato.

“Insyaallah tahun 2027 bisa dianggarkan untuk perpanjangan runway, sehingga semakin memudahkan orang dan barang untuk masuk maupun keluar dari Pohuwato,” pungkasnya.//mldi

Kabupaten Pohuwato
Comments (0)
Add Comment