HarianMetro.co, POHUWATO – Aliansi Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API) berencana menggelar aksi demonstrasi besar pada 1 hingga 7 Mei 2026 mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Aksi tersebut diperkirakan akan melibatkan sekitar 5.000 massa dari berbagai elemen, Kamis (23/04/2026).
Rencana aksi ini diketahui dari surat edaran yang beredar di sejumlah akun media sosial Facebook. Dalam edaran tersebut disebutkan, aksi akan dipimpin langsung oleh Jenderal Lapangan, Yosar Ruibah, yang juga merupakan mantan Ketua PMII Gorontalo.
Dalam agenda aksi, massa akan menyuarakan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat penambang, khususnya terkait operasi penyisiran dan pengusiran yang disebut kerap terjadi di beberapa wilayah.
Adapun lima titik yang menjadi sorotan yakni Alamotu, Nanasi, Dulamayo, Sungai Kaya, dan Borose. Massa aksi menilai, aktivitas penertiban di wilayah tersebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup penambang lokal.
Selain itu, dalam surat edaran juga disinggung adanya dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat penambang yang disebut dilakukan oleh tim pengamanan dan patroli perusahaan, yang dikaitkan dengan aktivitas PT Merdeka Copper Gold melalui anak perusahaannya.
Tidak hanya itu, massa juga akan menuntut penyelesaian pembayaran lahan masyarakat yang masuk dalam wilayah konsesi perusahaan, yang hingga kini dinilai belum tuntas.
Dalam rencana yang beredar, aksi demonstrasi akan menyasar sejumlah titik strategis di Kabupaten Pohuwato, di antaranya Mapolres Pohuwato, Kantor Bupati Pohuwato, serta kantor salah satu anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun aparat terkait mengenai rencana aksi tersebut.//Mld