HarianMetro.co, POHUWATO – Ketua Panitia Bupati Cup Pohuwato 2025, Febriyanto Mardain, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas suksesnya pelaksanaan turnamen sepak bola paling bergengsi di Kabupaten Pohuwato.
Dalam wawancara usai laga final yang mempertemukan PERSMA PNM Marisa melawan PS Popayato dilapangan Panua Pohuwato. Ketua Panitia Febriyanto Mardain membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi panitia selama penyelenggaraan turnamen hingga akhirnya dapat terselesaikan dengan sukses, Senin (20/10/2025).
Menurut Febriyanto, panitia telah berupaya maksimal agar seluruh rangkaian pertandingan Bupati Cup dapat diselesaikan sesuai jadwal. Namun, adanya satu insiden sempat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan partai final. Meski begitu, berkat komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, pertandingan puncak akhirnya dapat digelar dengan lancar.
“Kalau untuk persoalan tersebut, panitia telah berupaya menyelesaikan Bupati Cup tepat waktu. Hanya karena ada satu insiden yang sedikit memakan waktu, kami panitia mencoba berkomunikasi dengan pihak terkait, dan alhamdulillah pada hari ini final sudah bisa dilaksanakan,” ujar Febriyanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perbedaan atmosfer dan tensi permainan tahun ini terasa sangat signifikan dibanding edisi sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah adanya transfer pemain dari luar provinsi, yang membuat persaingan antar tim semakin ketat dan menantang bagi panitia dalam menjaga jalannya turnamen.
“Perbedaannya sangat jauh memang. Tensi permainan juga berbeda karena adanya transfer dan hal lainnya. Ini yang membuat panitia harus bekerja ekstra keras untuk mensukseskan turnamen, apalagi dengan hadirnya pemain-pemain berkualitas dari luar daerah,” jelasnya.
Sebagai ketua panitia, Febrianto juga membagikan pengalaman pribadinya selama mengurus turnamen. Ia menilai menjadi bagian dari penyelenggara Bupati Cup bukanlah hal mudah karena membutuhkan kesiapan mental dan kemampuan mengatur berbagai aspek teknis, terutama ketika menghadapi situasi di lapangan yang dinamis.
“Kesan pribadi saya, menjadi panitia turnamen seperti ini bukan hal yang ringan. Kita harus siap mental dan mempersiapkan segala sesuatu agar bisa mensukseskan kegiatan ini. Apalagi tahun ini tantangannya luar biasa,” ungkapnya.
Selain sukses dalam pelaksanaan, Febrianto turut menyoroti aspek pembinaan olahraga melalui turnamen ini. Ia berharap Bupati Cup Pohuwato menjadi wadah munculnya bibit-bibit baru sepak bola lokal yang dapat mengharumkan nama daerah di level lebih tinggi.
“Kami berharap dengan adanya ajang ini akan muncul pemain-pemain muda berbakat. Alhamdulillah, tadi ada satu pemain dari tim PRESMA yang akan mewakili Kabupaten Pohuwato untuk memperkuat tim Provinsi Gorontalo dalam turnamen Proprovnas,” katanya bangga.
Menutup wawancara, Febrianto menyampaikan harapannya agar ke depan turnamen Bupati Cup terus berkembang dan menjadi ajang yang lebih profesional serta menarik. Ia juga mengapresiasi dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, sponsor, dan masyarakat, atas terselenggaranya turnamen yang total hadiahnya mencapai Rp150 juta tersebut.
“Harapan kami, sepak bola di Pohuwato terus maju dari tahun ke tahun, baik dari segi pembinaan pemain muda maupun pelaksanaan turnamennya. Semoga Bupati Cup berikutnya bisa lebih baik dan lebih besar lagi,” pungkasnya.//Mldi