HarianMetro.co, POHUWATO – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato dari Partai Amanat Nasional (PAN) Mohamad Afif, A.Md.,Kep. melaksanakan reses masa persidangan kedua tahun kedua masa jabatan 2024–2029 yang dipusatkan di Kelurahan Libuo, Kecamatan Paguat, Senin (09/02/2026). Dalam kegiatan tersebut, legislator PAN itu menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bukan sekadar menyampaikan janji, melainkan membawa bukti kerja nyata yang telah dilakukan untuk warga Libuo.
Di hadapan masyarakat, Afif menyampaikan bahwa selama ini telah ada sejumlah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang disumbangkan dan direalisasikan di Kelurahan Libuo, termasuk di beberapa lorong desa. Selain melalui jalur resmi DPRD, ia juga mengakui telah memberikan bantuan secara pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya datang ke Kelurahan Libuo bukan untuk menebar janji. Reses kali ini saya sampaikan apa saja yang sudah saya buat untuk Libuo. Ada pokok pikiran yang sudah saya sumbangkan, ada juga bantuan pribadi. Walaupun tidak besar, tapi itu nyata dan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, reses kali ini menjadi bukti bahwa kerja-kerja DPRD tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
Selain menyampaikan capaian, ia juga menampung sejumlah aspirasi dan harapan masyarakat. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sektor pariwisata di Kelurahan Libuo yang dinilai belum optimal. Ia menilai, pengelolaan oleh pihak ketiga perlu dievaluasi secara menyeluruh.
“Pengelolaan pariwisata di Libuo ini masih kurang maksimal. Kami di DPRD bersama pemerintah daerah sudah melayangkan surat agar pengelolaannya dievaluasi. Harapan kami, ke depan pengelolaan bisa dilakukan secara swadaya dan diserahkan kepada kelurahan,” jelasnya.
Ia menegaskan, jika pengelolaan pariwisata dilakukan langsung oleh masyarakat Libuo, maka dampaknya akan lebih positif dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga setempat.
“Yang paling berhak mengelola itu masyarakat Libuo sendiri. Insyaallah ini akan berdampak ekonomis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Keluhan lain yang mengemuka dalam reses tersebut adalah persoalan drainase di sekitar area PLTG. Tokoh masyarakat menyampaikan bahwa sejak adanya pembangunan PLTG, aliran air yang sebelumnya melintas kini tertutup, sehingga menyebabkan genangan dan meluap ke permukiman warga.
Menanggapi hal itu, legislator PAN tersebut memastikan akan segera mengambil langkah konkret dengan menyurati pihak PLTG dan mendorong dilakukannya rapat dengar pendapat (RDP).
“Kami akan menyurati pihak PLTG dan mengagendakan RDP agar bisa dibuatkan saluran drainase. Dulu air lewat di area PLTG, sekarang tertutup dan justru meluap ke masyarakat Libuo. Ini harus segera dicarikan solusi,” tegasnya.
Sementara itu, terkait perbaikan jalan siswa, ia menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur tersebut. Bahkan sebelum masuk pada penganggaran, ia mengaku telah turun langsung membantu perbaikan jalan melalui swadaya bersama masyarakat.
“Alhamdulillah, kemarin sudah ada swadaya masyarakat yang mengumpulkan dana. Saya juga turun tangan langsung membantu, dan saat ini sudah sekitar 10 sampai 20 meter jalan yang diperbaiki. Insyaallah ini akan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa jalan siswa tersebut merupakan jalan desa, sehingga tidak dapat dianggarkan melalui APBN. Oleh karena itu, upaya perbaikan akan terus didorong melalui APBD daerah.
“Jalan desa tidak bisa dianggarkan di APBN, tapi bisa melalui APBD. Jadi kita harus upayakan di daerah. Insyaallah ketika efisiensi anggaran ini berakhir, pembangunan di desa, kelurahan, dan Kecamatan Paguat bisa berjalan lebih cepat dan lebih baik,” pungkasnya.//Mldi