HarianMetro.co, POHUWATO – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi, menegaskan bahwa Kecamatan Marisa sebagai ibu kota kabupaten harus dipersiapkan secara matang untuk menjawab tantangan pembangunan 25 tahun ke depan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat yang digelar di halaman Sekretariat Partai Golkar Kecamatan Marisa, Sabtu malam (07/02/2026).
Nasir Giasi menjelaskan bahwa arah pembangunan Marisa telah tertuang dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah disepakati bersama. Dalam perencanaan tersebut, Marisa tidak hanya diposisikan sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat ekonomi dan jasa.
“Marisa sebagai ibu kota itu direncanakan untuk 25 tahun ke depan melalui dokumen RTRW yang sudah kita sepakakati bersama. Marisa bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat ekonomi dan jasa,” ujar Nasir.
Atas dasar itu, DPRD bersama pemerintah daerah mengangkat isu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu fokus utama. Menurut Nasir, UMKM harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, namun tetap perlu ditata secara baik agar tidak mengganggu estetika Kota Marisa sebagai pusat kota.
“Pemerintah daerah dan DPRD senantiasa menyiapkan fasilitas dan tempat bagi UMKM, dengan catatan harus ditata secara baik untuk menjaga estetika Kota Marisa sebagai pusat kota itu sendiri,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan Kota Marisa dalam beberapa tahun terakhir, termasuk meningkatnya pembangunan rumah kos, penginapan, dan hotel, seiring tingginya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, Nasir Giasi mengungkapkan aspirasi masyarakat terkait penanganan banjir di wilayah ibu kota. Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang pada tahun 2025 telah melakukan penanganan banjir dari hulu hingga hilir. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang hingga kini belum mendapatkan solusi permanen.
“Alhamdulillah, dari hulu ke hilir pada tahun 2025 pemerintah daerah sudah melakukan penanganan banjir. Tapi masih ada desa-desa seperti Teratai dan Palopo yang setiap musim hujan belum mendapatkan solusi permanen. Ini menjadi tugas kami, khususnya saya sebagai Ketua Komisi III,” tegas Nasir.
Lebih lanjut, Nasir juga menyoroti persoalan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) di ibu kota. Menurutnya, keberadaan satu SPBU di Kecamatan Marisa saat ini sudah tidak lagi memadai untuk melayani kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
“Pelayanan SPBU di ibu kota sudah tidak memungkinkan hanya dengan satu SPBU. Ini sudah menjadi keluhan masyarakat, termasuk para penjual depot kecil,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa masyarakat, khususnya di Desa Palopo dan Marisa Selatan, mendorong agar SPBU baru dapat segera beroperasi guna mengurangi antrean dan kesemrawutan pelayanan BBM.
Menanggapi hal tersebut, Nasir memastikan pihaknya akan segera melakukan koordinasi untuk mempercepat operasional SPBU di Desa Teratai, yang berada di pintu gerbang Kota Marisa.
“Ini akan kami koordinasikan untuk mendorong agar SPBU yang ada di Desa Teratai bisa secepatnya beroperasi, sehingga persoalan antrean dan kesemrawutan SPBU di Buntulia maupun satu-satunya SPBU di Marisa bisa teratasi,” pungkasnya.
Selain itu, Nasir Giasi juga mensosialisasikan pentingnya menjaga estetika ibu kota melalui konsep gentengnisasi, khususnya bagi pembangunan rumah baru di wilayah Marisa. Menurutnya, sebagai ibu kota kabupaten, wajah Kota Marisa harus ditata agar terlihat lebih rapi, seragam, dan berkarakter.
“Kami mensosialisasikan bahwa pembangunan rumah baru ke depan minimal sudah mulai menerapkan konsep gentengnisasi. Ini sejalan dengan program nasional dan untuk menjaga estetika Marisa sebagai ibu kota,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan pembangunan di Marisa saat ini sangat pesat, mulai dari rumah baru, penginapan, hotel hingga rumah kos yang hampir setiap hari terus bertambah. Oleh karena itu, gentengnisasi dinilai perlu dimulai dari ibu kota sebagai contoh bagi wilayah lainnya.
“Perkembangan pembangunan di Marisa luar biasa. Hampir setiap hari ada pembangunan baru, sehingga melalui reses ini kami sampaikan gentengnisasi kita mulai dari ibu kota sendiri,” tutup Nasir.//Mldi