HarianMetro.co, POHUWATO — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pohuwato, Delpan Yanjo, meluapkan kekecewaannya terhadap penanganan persoalan alat pertanian berupa ekskavator yang dinilai tidak dimanfaatkan sebagaimana peruntukannya untuk masyarakat petani. Pernyataan tegas itu disampaikan Delvan saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Gedung Rapat DPRD Pohuwato.
Dalam forum tersebut, Delpan mempertanyakan keberadaan alat pertanian ekskavator yang hingga kini masih berada di lokasi tertentu dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani, padahal alat tersebut diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
“Alat pertanian ekskavator ini peruntukannya untuk masyarakat petani. Kenapa sampai sekarang masih ada di sana dan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya?” tegas Delpan di hadapan peserta RDPU.
Delvan mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Pertanian sejak bulan Desember, namun tidak mendapatkan respons. Bahkan hingga Januari, komunikasi yang dilakukannya disebut tidak pernah dibalas.
“Saya mau hubungi Pak Kadis dari bulan Desember. Pak Sekda harus serius menyikapi persoalan ini. Jangan terlalu memandang enteng. Kalau Pak Kadis Pertanian tidak mampu mengurusi ini, lebih baik diganti saja,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurut Delpan, persoalan tersebut seharusnya ditangani dengan empati dan tanggung jawab, karena menyangkut langsung kepentingan dan nasib para petani.
“Pakai hati nurani, Pak. Kalau bapak berada di posisi saya, orang tua saya sendiri yang membawa aspirasi itu. Di mana hati bapak dan ibu? Jangan hanya memberikan alasan,” katanya.
Dalam pernyataan emosionalnya, Delvan bahkan mengaku merasa menyesal menjadi anggota DPRD apabila tidak mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya para petani.
“Saya merasa menyesal jadi anggota DPRD. Apa yang menjadi aspirasi orang tua saya, saya merasa gagal. Buat apa saya di sini kalau tidak bisa membela dan mewujudkan aspirasi para petani,” ungkapnya.
Pernyataan Delpan Yanjo tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap lambannya penanganan persoalan pertanian di daerah.//Mldi